Didalam dunia kerja, kita menghadapi berbagai macam permasalahan yang timbul, baik itu antara kita dengan Pimpinan, atau kita dengan rekan kerja dan sering juga kita dengan bawahan. 

Permasalahan ini sering terjadi dan menghambat aktifitas bahkan kinerja kita dan karyawan lainnya yang terkena dampak permasalahan tersebut, bahkan dapat mempengaruhi produktifitas Perusahaan. 

Terutama para pimpinan, sering menghadapi karyawan atau bawahan yang tidak secara maksimal melakukan aktifitas pekerjaan, namun hal ini perlu segera diatasi. Tidak maksimal melakukan pekerjaan, bisa terjadi didasarkan atas permasalahan pribadi karyawan tersebut, atau permasalahan dalam aktifitas kerja, apakah yang bersangkutan tidak mengerti dengan tugas yang diberikan Pimpinan,atau kurang terlatih dalam menangani pekerjaa. Untuk itu Pimpinan, perlu melakukan aktifitas Coaching dan Counseling kepada karyawan/bawahan tersebut. Coaching dan counseling diberikan kepada karyawan, pada saat :

1. Pada saat karyawan sedang memerlukan hal tersebut,sehingga Pimpinan harus bisa mengatur waktu untuk melakukan coaching dan counseling.

2. Pada saat timbul gejala-gejala yang akan merugikan pribadi karyawan, rekan sekerja ( orang lain ), bahkan jika merugikan Perusahaan.

3.  Pada saat ada laporan dari pihak-pihak atau orang lain, secara bertanggung jawab.

Coaching merupakan bimbingan atau masukan yang diberikan kepada seseorang, dalam hal ini karyawan, agar memiliki keahlian dan keterampilan yang lebih baik, agar dapat menyelesaikan suatu masalah, pekerjaan atau tugas yang diberikan Pimpinan. 

Sedangkan Counseling  merupakan proses memberi dukungan yang dilakukan Pimpinan, agar karyawan atau bawahan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi, terutama terhadap masalah pribadi, perubahan kebijakan dalam Perusahaan yang dapat mempengaruhi kinerjanya.

Counseling adalah membantu karyawan untuk dapat mengatasi problema pribadi, menjaga psikis karyawan yang seimbang,membantu karyawan untuk menemukan hal yang tepat dalam mengambil keputusan pribadi serta membantu memodifikasi perilaku karyawan agar sesuai dengan yang diinginkan counselor ( Pimpinan ).

Situasi Kerja yang Membutuhkan Coaching:

  • Orientasi dan pelatihan bagi karyawan baru
  • Adanya kebutuhan untuk mengajarkan ketrampilan dalam pekerjaan
  • Komitmen karyawan yang kurang
  • Konflik dengan rekan kerja
  • Perbaikan prestasi kerja
  • Perubahan dalam orientasi bisnis
  • Konflik karyawan dengan pelanggan
  • Evaluasi formal dan informal

Situasi kerja yang membutuhkan Counseling:

  • Terjadi perubahan organisasi
  • PHK
  • Adanya penurunan gaji, status, atau jabatan.
  • Karyawan merasa adanya hambatan karir
  • Karyawan merasa kecewa dengan atasan
  • Ada konflik dengan rekan kerja
  • Karyawan stres, jenuh, atau terlalu banyak tanggung jawab
  • Karyawan bimbang dengan kemampuannya
  • Karyawan menghindar ketika mendapat tugas.
  • Karyawan memiliki masalah pribadi, kadang berpengaruh pada prestasi
  • Karyawan mengalami kegagalan

Coaching dan Counseling seharusnya sering dilakukan Pimpinan kepada Karyawan, namun sering terjadi hal ini tidak dilakukan Pimpinan dengan alasan :

1.  Tidak ada waktu untuk melakukan coaching atau counseling.

2.  Merasa tidak bisa melakukan coaching dan counseling, dengan alasan sebenarnya itu bukan tugasnya, tetapi tugas dari HRD.

3.   Hal ini dianggap sebagai tugas dari seorang psikolog.

4.   Ada kekhawatiran atau ketakutan terjadi konflik, baik antara dia dengan karyawan atau dengan karyawan yang lain.

5.   Karyawan sering dianggap tidak suka mendengar nasihat.

6.   Anggapan bahwa dampak perubahan organisasi, tidak mempengaruhi kinerja karyawan sehingga tidak perlu di counseling.

7.   Tidak perduli dengan hal tersebut.

8.   Ketakutan menyampaikan sesuatu hal, sehingga terjadi ketidakpuasan bagi karyawan dan tidak bisa mengatasinya.

9.   Ada anggapan karir karyawan merupakan urusan pribadinya.

10. Tidak mau menambah masalah lagi,sehingga tidak mau mengambil peran untuk coaching dan counseling.

11.  Tidak ada percaya diri, untuk bisa melakukan hal tersebut.

12.  Takut hal tersebut akan menjadi tempat curhat karyawan dan menjadi terbawa perasaan.

13.  Merasa tidak mampu memecahkan masalah, akibat dari pemberian coaching dan counseling kedepannya.

Adapun SELARAS Consulting, sebagai Konsultan HRD yang berpengalaman dalam hal ini, membantu Anda para Praktisi HR di perusahaan sebagai Partner untu menjalanakan fungsi HR/Leader yang bisa saja ada kendala dalam komunikasi tersebut sebagai Coach dan Counselor . Untuk informasi lebih lanjut mengenai Jasa Coaching dan Counseling, Segera Hubungi Tim Marketing SELARAS Consulting di Tlp 021-7827623 (Hunting) atau WA : 0813-1999-8761