HR Audit (Audit Sumber Daya Manusia) merupakan tinjauan berkala yang dilakukan oleh departemen sumber daya manusia untuk mengukur efektifitas penggunaan sumber daya manusia yang terdapat di dalam suatu perusahaan.
Selain itu, audit memberikan suatu perspektif yang komprehensif terhadap praktik yang berlaku sekarang, sumber daya, dan kebijakan manajemen mengenai pengelolaan SDM serta menemukan peluang dan strategi untuk mengarahkan ulang peluang dan strategi tersebut. Intinya, melalui audit dapat menemukan permasalahan dan memastikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan perundangan-undangan dan rencana-rencana strategis perusahaan.
Audit SDM merupakan suatu metode evaluasi untuk menjamin bahwa potensi SDM dikembangkan secara optimal (Rosari, 12 Mei 2008). Secara lebih terinci, audit SDM juga memberi feedback dan kesempatan untuk:
1. Mengevaluasi keefektifan berbagai fungsi SDM, yang meliputi: rekrutmen dan seleksi, pelatihan, dan penilaian kinerja.
2. Menganalisis kontribusi fungsi SDM pada operasi bisnis perusahaan
3. Melakukan benchmarking kegiatan SDM untuk mendorong perbaikan secara berkelanjutan
4. Mengidentifikasi berbagai masalah strategi dan administratif implementasi fungsi SDM
5. Menganalisis kepuasan para pengguna pelayanan departemen SDM
6. Mengevaluasi ketaatan terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, kebijakan dan regulasi pemerintah
7. Meningkatkan keterlibatan fungsi lini dalam implementasi fungsi SDM
8. Mengukur dan menganalisis biaya dan manfaat setiap program dan kegiatan SDM
9. Memperbaiki kualitas staf SDM
10. Memfokuskan staf SDM pada berbagai isu penting dan mempromosikan perubahan serta kreatifitas.

Manfaat Audit SDM

Menurut Rivai (2004, p. 567), audit SDM mengevaluasi aktifitas SDM yang digunakan dalam suatu perusahaan dan merupakan pengendalian kualitas keseluruhan yang mengevaluasi aktifitas SDM dalam suatu perusahaan. Manfaat dari audit SDM ini antara lain yaitu:
1. Mengidentifikasi kontribusi-kontribusi departemen SDM terhadap perusahaan
2. Meningkatkan citra profesional departemen SDM
3. Mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih besar diantara karyawan departemen SDM
4. Memperjelas tugas-tugas dan tanggungjawab departemen SDM
5. Menstimulasi keragaman kebijakan dan praktik-praktik SDM
6. Menemukan masalah-masalah SDM yang kritis
7. Menyelesaikan keluhan-keluhan dengan berpedoman pada aturan yang berlaku
8. Mengurangi biaya-biaya SDM melalui prosedur yang efektif
9. Meningkatkan kesediaan untuk mau menerima perubahan yang diperlukan didalam departemen SDM.

Tujuan Audit SDM
Menurut Rivai (2004, p. 567), audit SDM bertujuan untuk:
1. Menilai efektifitas SDM
2. Mengenali aspek-aspek yang masih dapat diperbaiki
3. Mempelajari aspek-aspek tersebut secara mendalam, dan
4. Menunjukkan kemungkinan perbaikan, serta membuat rekomendasi untuk pelaksanaan perbaikan tersebut.

Ruang Lingkup Audit SDM
Dalam pelaksanaan audit SDM untuk mendukung jalannya kegiatan-kegiatan SDM perlu dilakukan pembatasan terhadap aspek yang akan di audit. Secara garis besar, prospek audit SDM dilakukan terhadap fungsi SDM yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan SDM yang dimulai dari perencanaan SDM, perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan evaluasi kinerja SDM (Handoko, 1997, p.226).

SASARAN :

Melakukan tinjauan ulang (review) struktur yang ada dari tingkat Pimpinan hingga ke level paling bawah.

Sasaran yang hendak dicapai:

  1. Menghapus adanya overlapping (redundancy) tugas antar unit kerja.
  2. Pelaksanaan fungsi selaras dengan “core competency”
  3. Simplifikasi struktur.

Berdasarkan hasil tinjauan ulang tersebut serta rekomendasi yang diberikan diharapkan Organisasi memiliki struktur organisasi yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

(a) Sebuah Struktur Organisasi Baru yang dalam Organizational Level mampu memfasilitasi kemungkinan tercapainya Strategi Lembaga yang ditetapkan Pimpinan.
(b) Sebuah Struktur Organisasi yang dalam Process Level mampu menunjukkan Input mana yang seharusnya dikonversi menjadi Output dan unit kerja mana yang harus menyalurkannya ke Pihak ketiga.
(c) Sebuah Struktur Organisasi yang dalam Job/Performer Level mampu mendefinisikan tanggungjawab Individual dan Team serta Lingkungan Pekerjaan.

Metode

  1. Interview

Wawancara pendalaman dengan Senior Management (one-on-one atau via telephone)

2. Focus Group Discussion

Dengan metode group-interview, orang-orang dengan ex-pertise yang setingkat diajak berbincang bersama dan ditanyakan ide serta pendapat mereka, tentang topik struktur organisasi.  Kelompok terdiri tidak lebih dari 12 orang.

Jangka Waktu Penyelesaian

Pekerjaan mendisain organisasi ini akan diselesaikan dalam waktu 2 bulan efektif

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Jasa HR Audit di perusahaan Anda, Hubungi Tim Marketing SELARAS Consulting di Tlp. 021-7827623 (Hunting) atau WA :0813-1999-8761